Mati, As Simple As That
MATI. Ya...mati. Sebuah kata yang membuatku takut. Sebuah kata yang tidak sepele. Mati, sebuah kata berdaya magis besar, sakral, dan tak bisa sembarang dipakai. Ketika berpikir tentang kata tersebut, seketika bulu kuduk merinding. Agama yang memperkenalkan diriku pada kata tersebut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Mati mempunyai persamaan kata yang beragam. Meninggal, tewas, gugur, wafat, adalah padanan kata yang disematkan kepada makhluk hidup apapun yang mencapai batas waktu terakhirnya di dunia. Ketika selesai sosok yang aku perankan, hari sudah tidak membutuhkanku lagi. Mati adalah akhir kisahku di bumi ini. Jasad membeku, terbujur kaku, tak mampu berucap, apa lagi berbuat. Diam, diiringi tangisan hingga ke liang lahat. Klise, tapi setiap orang pasti akan mengalami hal tersebut. ”Pernah kepikiran enggak sih, kalo tiba-tiba kita mati saat ini juga?” “Gue sih pernah. Jujur aja, gue belum siap.” Ujarku. Belum siap untuk meninggalkan semua orang yang ku k...