Tiga Kata Satu Tanda Tanya
“Kamu lagi apa?” Hanya sepenggal kalimat itu yang tertulis dalam pesan blackberry yang ku kirim untukmu. Kalimat yang menunjukan perhatian dan rasa penasaran tentang apa yang sedang diperbuatmu saat ini. Cukup tiga kata: kamu, lagi, dan apa. Diakhiri dengan tanda tanya yang menunjukan bahwa aku ingin sekali mengetahui keberadaanmu setiap waktu. Namun, kata-kata yang terus aku ulangi setiap hari tersebut nampaknya menimbulkan kejenuhan tersendiri bagimu yang kukagumi. Ah, andai saja kau tahu kebingunganku. Andai kau tahu rasa gugup yang hadir saat ingin meneruskan percakapan denganmu, tetapi dihalangi keterbatasan kata. Entah hilang kemana segala kata yang pernah kupelajari di bangku sekolah dulu. Ingin rasanya diri ini membuka kamus besar Bahasa Indonesia dan mencari kalimat indah disana untuk ku ungkap padamu. Seandainya Chairil Anwar, W.S Rendra, Taufik Ismail atau siapapun yang mampu merangkai kalimat puitis, berada di sampingku dan berikan a...