Sebuah Ucapan Maaf
Ibu, maafkan aku. Semua yang sudah ku rencanakan kali ini berujung kegagalan. Entah kapan terakhir kalinya aku mendapatkan keberhasilan dari sebuah rencana hidup kecil yang ku siapkan. Ini bukan tentang selera, ini tentang sebuah pilihan. Dengan memilih yang terbaik, mungkin adalah cara paling bijak yang ada saat ini. Tetapi terbaik itu subjektif, Bu. Aku juga ingin mendapatkan kebahagiaan seperti yang bisa didapatkan orang lain. Tiap usaha ku menuju arah itu, selalu terbentur. Ah, aku galau. Aku malu di tahun ini masih merasa galau. Belum siap, seperti apa yang mungkin Ibu harapkan. Ini semua mungkin bukan rencana yang baik, Bu. Ibu, semoga do'amu masih bergema dan melancarkan usaha ku. Semoga Yang Maha Pencipta menempatkan Ibu di tempat terbaik. Ibu, anakmu ini selalu terjebak dalam sebuah keadaan mudah. Ketika datang angin yang meneduhkan, selalu saja aku mampu menikmatinya. Namun, terkadang nafsu dan logika selalu b...