Posts

Showing posts with the label politik

My Opinion About The Book: "Sophismata"

Image
Judul: Sophismata Penulis: Alanda Kariza Penerbit: Gramedia (PT Gramedia Pustaka Utama) Tahun terbit: 2017, Agustus (Cetakan Kedua) Nilai (antara 1 sampai 9): 7,9 Cover: Kembali lagi dalam blog usang tak terurus ini. Seperti biasanya, gue bakalan coba kasih pendapat tentang novel yang baru aja gue baca. Novel hasil pinjeman yang pada mulanya gue anggep bakalan menegangkan, tapi enggak tegang-tegang amat ternyata. Novel terbitan Gramedia ini berjudul “Sophismata” karya jeng Alanda Kariza. Kata ‘sophismata’ sendiri adalah istilah ilmiah era klasik yang biasanya digunakan dalam dunia filsafat, berasal dari bahasa Yunani, di mana istilah tersebut biasa dipakai untuk menggambarkan sebuah keadaan yang sukar dimaknai, atau bisa diartikan juga sebagai sesuatu yang bermakna ambigu. Entah angin apa yang membuat jeng Alanda Kariza memilih kata itu untuk judul novelnya. Mungkin karena kisah novelnya yang mengandung ambiguitas di dalamnya? “Sophismata” menceritakan seorang ga...

My Opinion About The Book: "1984"

Image
Judul: 1984 Terjemahan dari: ‘Nineteen Eighty-Four’, 1949 Penulis: George Orwell Penerbit: Bentang (PT Bentang Pustaka) Penerjemah: Landung Simatupang Tahun terbit: 2017, Januari (Cetakan Ketiga) Nilai (antara 1 sampai 9): 8,2 Cover: Selamat siang, para pembaca blog yang luar biasa. Apa kabar? Gw harap kalian semua baik-baik saja. Alhamdulillah, gw juga sehat sehingga akhirnya bisa berkesempatan menulis di blog lagi siang ini. Hari ini, gw bakalan review novel karya terakhir George Orwell sebelum beliau wafat, berjudul: “1984”. Novel ini gw pinjem dari seorang kawan. Sosok yang sama yang juga telah meminjamkan beberapa buku kepada gw sebelumnya. Bersyukur gw memiliki kawan seperti itu, disaat gw sendiri belum sempat buat beli buku baru karena uang pribadi yang selalu habis dipakai untuk menyelesaikan beberapa hal penting lain yang jadi prioritas gw. Tapi, suatu saat gw harus kembali beli buku, sih, biar makin pinter. Hehehe. Novel ini berlatar tahun yang sama...

My Opinion About The Book: "Soeharto Murid (Penerus Ajaran Politik) Soekarno"

Image
Judul: Soeharto Murid (Penerus Ajaran Politik) Soekarno Penulis: Roy B. B. Janis Penerbit: Optimist Plus Tahun terbit: 2012, September Nilai (antara 1 sampai 9): 8 Cover: Kembali lagi kita bertemu di blog kesayangan gue. Kali ini gue bakalan bahas sebuah buku bertema sejarah politik yang lagi-lagi gue pinjem dari seorang temen. Krisis ekonomi yang melanda diri pribadi membuat gue enggak bisa jajan buku sebanyak dulu, dan buku-buku gue dulu pun seolah bersepakat ninggalin gue, rela pergi dari rumah bersama tangan-tangan kawan yang jahil, hingga entah kapan dia bisa balik lagi ke rumah. Ada yang hilang, ada yang nyasar, mereka tersesat dan tak tahu arah pulang. Sementara gue tanpa mereka bagai butiran berlian – apaan sih. Hehehe. Buku berjudul “Soeharto Murid (Penerus Ajaran Politik) Soekarno” ini ditulis oleh bapak Roy B. B. Janis. Seorang mantan politisi PDI-P di era gue sekolah dulu. Sekarang sih entah kesibukan apa yang beliau jalani semenjak keluar dari partai berlam...

My Opinion About The Book: "The Blackside: Konspirasi Dua Sisi"

Image
Judul: The Blackside: Konspirasi Dua Sisi Penulis: Wenny Artha Lugina Penerbit: Bentang (PT Bentang Pustaka) Tahun terbit: 2014, Februari Nilai (antara 1 sampai 9): 8 Cover: Judul novel ini yang membuat gue tertarik buat nyomot ini novel dari rak buku di salah satu toko buku terkenal. Embel-embel ‘Konspirasi Dua Sisi’ menjadi daya tarik buat gue. Teori konspirasi memang menjadi salah satu hal yang menarik untuk diikuti. Apa lagi novel hasil karya dalam negeri, gue sangat mengapresiasi hal tersebut. Novel ‘The Blackside’ ini adalah karya novel pertama dari mbak Wenny Artha Lugina. Salah seorang penulis yang gue follow twitternya nih guys di @wenndays. Tapi, akhir-akhir ini beliau sudah jarang menunjukan eksistensinya di dunia perkicauan hehe. Salah satu penulis muda yang memberikan inspirasi, yang mencari ilmu hingga ke negeri Cina. Eh, maksud gue mencari ilmu hingga ke negeri Tiongkok. Novel ini bercerita tentang Farah Alicia, seorang anchor muda di salah satu telev...

Sedikit Buruk Sangka

Hidup. Dalam hidup harus menentukan pilihan. Seperti 9 Desember 2015 lalu. Sebagai manusia yang terdaftar sebagai warga negara Republik Indonesia, Rabu 9 Desember kemarin menjadi hari menentukan pilihan. Memilih pemimpin di daerahnya. Tidak semua daerah melaksanakan pemilihan, terdapat 269 wilayah NKRI baik yang berupa provinsi, kota, maupun kabupaten yang melaksanakan pemilahan kepala derah secara langsung di akhir tahun 2015 ini. Sebuah sejarah bagi demokrasi Indonesia. Dari 269 wilayah yang diharuskan melaksanakan pemilihan di Rabu kemarin, terdapat 5 daerah yang menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah dikarenakan berbagai hal, terutama menyangkut keabsahan calon. Membuat KPU di daerah tersebut kalang kabut menarik kembali segala peralatan dan kelengkapan pemilihan yang sudah dipersiapkan di tiap-tiap TPS. Merepotkan, tetapi begitulah demokrasi. Demi menampung aspirasi dan hak warga negara, KPU sebagai penyelenggara pemilihan kepala daerah harus sabar menunggu keput...