Posts

Showing posts with the label sejarah

My Opinion About The Book: "Mata Malam"

Image
Judul: Mata Malam Terjemahan dari: ‘Human Acts’, terbitan Changbi Publishers, Inc., 2014 Penulis: Han Kang Penerbit: Baca (PT Bentara Aksara Cahaya) Penerjemah: Dwita Rizki Tahun terbit: 2017, Oktober Nilai (antara 1 sampai 9): 8,2 Cover: Setelah lama menghilang dari menulis review buku yang baru gue baca, kini gue balik lagi buat ngasih tau kalian semua tentang buku-buku apa aja yang udah gue lahap selama beberapa waktu ini. Kali ini gue coba menulis review novel “Mata Malam” karya Han Kang. Blio adalah seorang penulis asal Korea Selatan yang di tahun 2016 lalu memenangkan The Man Booker International Prize , mengalahkan penulis Indonesia, Eka Kurniawan, lewat novel “Vegetarian”. Nanti deh gue bakalan review novel terse but . Kali ini gue bakalan bahas soal “Mata Malam” dulu, yang judul aseli dari sononya adalah “Human Acts”. Entah kenapa pemilihan judul “Mata Malam” menurut gue amat cocok dengan nuansa novel ini, kasih aplaus buat pihak penerbit karena tela...

My Opinion About The Book: "Soeharto - Bagaimana Ia Bisa Melanggengkan Kekuasaan Selama 32 Tahun?"

Image
Judul: Soeharto – Bagaimana Ia Bisa Melanggengkan Kekuasaan Selama 32 tahun? Penulis: Peter Kasenda Penerbit: Penerbit Buku Kompas (PT Kompas Media Nusantara) Tahun terbit: 2013, September Nilai (antara 1 sampai 9): 7,8 Cover: Balik lagi di blog gw, guys! Maaf, ya, kalo gw suka sok asik beginih. Cuma kepengin menghangatkan suasana. Biar lebih akrab. Nah, ngomong-ngomong soal akrab, nih, kalian semua pasti udah akrab dengan istilah orba yang sering diucapin sama kakak-kakak mahasiswa aktivis kampus yang berambut gondrong, berkaus belel, dan bercelana denim sobek-sobek. Orba, singkatan dari orde baru, mengacu pada era kepemerintahan Presiden RI ke-2, sang Bapak Pembangunan: H.M. Soeharto. Buku karangan om Peter Kasenda yang berjudul “Soeharto – Bagaimana Ia Bisa Melanggengkan Kekuasaan Selama 32 Tahun?” ini, merupakan hasil meminjam dari teman gw yang sepertinya niat bikin perpustakaan pribadi (abis bukunya banyak beut). Langsung aja kita kupas apa isi buku ini. Om Pe...

My Opinion About The Book: "Kembang Jepun"

Image
Judul: Kembang Jepun Penulis: Remy Sylado Penerbit: Gramedia (PT Gramedia Pustaka Utama) Tahun terbit: 2003, April (Cetakan Kedua) Nilai (antara 1 sampai 9): 8,3 Cover: Selamat sore guys! Selamat datang di blog gue yang lucu dan imut alias berlumut karena jarang dikunjungi ini hehehe. Setelah mendapat beberapa buku dari seorang teman. Buku pinjeman inilah yang akhirnya bisa gue ulas, guna menjalankan roda blog yang tersendat. Gimanapun caranya, mesti dilanjutin lagi nulis-nulis di blognya, cuz salah satu saluran gue untuk berinteraksi dengan dunia luar via dunia maya ya... lewat blog inilah salah satunya. Sekarang di tangan gue ada sebuah novel karya Remy Sylado, berjudul “Kembang Jepun”. Om Remy ini gue kenal sebagai salah satu seniman komprehensif yang menguasai berbagai bidang seni, mulai dari akting hingga menulis. Semua berjalan tanpa adanya ketimpangan. Saat berakting, beliau sungguh-sungguh serius, begitu pula saat menulis. Meski novel ini adalah karya pertama be...

My Opinion About The Book: "Kitab Lupa dan Gelak Tawa"

Image
Judul: Kitab Lupa dan Gelak Tawa Terjemahan dari: ‘The Book of Laughter and Forgetting’ terbitan Penguin Books, 1978 Penulis: Milan Kundera Penerbit: Narasi Penerjemah: Marfaizon Pangai Tahun terbit: 2015 Nilai (antara 1 sampai 9): 8 Cover: Selamat datang di blog gue, Guys! Balik lagi di mari nih ye, gue bakalan review salah satu buku yang udah gue baca. Kali ini sebuah novel karya Milan Kundera yang berjudul “Kitab Lupa dan Gelak Tawa”. Sebuah novel yang mendunia di akhir 70-an karena ditulis oleh om Milan yang diasingkan dari negerinya sendiri Cekoslovakia. Ia menulis tentang perasaan pribadinya – terkait tentang tanah airnya – yang terwakili dari perasaan beberapa tokoh dalam novel ini. Om Milan meninggalkan negerinya karena keselamatannya yang terancam, tak lama sejak Uni Soviet menginvasi Cekoslovakia di akhir dekade 60-an. Pada saat itu, perbedaan pandangan politik memang tidak diterima di dalam negara yang menerapkan sama rata sama rasa mulai dari dogma, pemi...

My opinion About The Book: "Dunia Sophie"

Image
Judul: Dunia Sophie: Sebuah Novel Filsafat Terjemahan dari: ‘Sofies Verden’, Norwegia, 1991 Penulis: Jostein Gaarder Penerbit: Mizan (PT Mizan Pustaka) Penerjemah: Rahmani Astuti Tahun terbit: 2015, Februari (Cetakan ke-15) Nilai (antara 1 sampai 9): 8,6 Cover: Hai guys, gue balik lagi nih nulis di blog gue. Kali ini gue mau nulis review tentang salah satu novel fenomenal di dunia yang udah terjual jutaan buah di puluhan negara. Novel karangan Jostein Gaarder dari Norwegia yang sangat fenomenal ‘Dunia Sophie’. Pertama kali gue baca buku ini di tahun 2003 di Bandung, di sebuah taman bacaan yang terletak tak jauh dari tempat gue tinggal. Waktu itu baru baca beberapa halaman aja gue udah dibikin bingung, tapi tetep gue paksain baca sampai selesai. Namun, gue enggak nangkep sama sekali apa yang terkandung dalam ceritanya, selain tentang sejarah filsafat. Sebuah hal yang sedikit memusingkan pada masa itu. Gue bertemu lagi dengan buku ini ketika gue masuk kuliah di Ib...

My Opinion About The Book: "Hatta: Aku Datang Karena Sejarah"

Image
Judul: Hatta: Aku Datang Karena Sejarah Penulis: Sergius Sutanto Penerbit: Penerbit Qanita (PT Mizan Pustaka) Tahun terbit: 2013, September Nilai (antara 1 sampai 9): 8,2 Cover: Sebuah novel yang lagi-lagi menceritakan sejarah Indonesia, yang kali ini menceritakan salah satu proklamator Indonesia, bung Hatta. Emang pada dasarnya gue yang suka sejarah, dan suka baca novel kali yah, akhirnya gue beli juga novel ini. Judulnya aja menarik “Hatta: Aku Datang Karena Sejarah”, bikin gue penasaran sama isinya. Langsung aja tanpa pikir panjang, gue sisihkan beberapa lembar uang kertas di hadapan kasir sebuah toko buku. Begitu sampai ke rumah, gue langsung baca ini novel. Ternyata isinya menceritakan perjalanan hidup Bung Hatta sejak masa kecil hingga menjelang akhir hidupnya. Sebuah konstruksi sejarah yang coba digambarkan melalui tulisan sang penulis novel, Sergius Sutanto. Imajinasi penulis membuat kisah Bung Hatta ini terkesan nyata. Memang semua hal yang dikisahkan dalam...

My Opinion About The Book: "Cahaya Dari Koto Gadang"

Image
Judul: Cahaya dari Koto Gadang (Novel Biografi Haji Agus Salim (1884-1954)) Penulis: Haidar Musyafa Penerbit: Penerbit Spirit & Grow Tahun terbit: 2015, April Nilai (antara 1 sampai 9): 8,2 Cover: Halo guys, gue mau resensi buku lagi nih. Suatu hari gue ke toko buku bareng sama keponakan gue. Nah, dengan secara kebetulan gue nemu novel ini. Sebuah novel hasil karya mas Haidar Musyafa yang berjudul “Cahaya dari Koto Gadang”. Tertulis penjelasan di covernya bahwa ini tuh sebuah novel biografi Haji Agus Salim. Salah seorang sosok yang begitu banyak disebut dalam buku-buku sejarah terbentuknya NKRI yang kita cintai. Jujur, karena begitu sedikit cerita tentang Haji Agus Salim yang pernah gue denger, maka gue putuskan langsung membeli novel ini, meski uang yang gue bawa pas-pasan hehe. Setelah buku yang dicarai sama keponakan gue ketemu, kita berdua langsung cus pulang aja, karena enggak sabar lagi buat ngebaca buku masing-masing yang baru aja dibeli. Sesampainya di r...

My Opinion About The Book: "Guru Sejati Hasyim Asy'ari"

Image
Judul: Guru Sejati Hasyim Asy’ari Penulis: Masyamsul Huda Penerbit: Pustaka Inspira Tahun terbit: 2014, Maret Nilai (antara 1 sampai 9): 7,8 Cover: Gue pernah bahas di review buku yang lalu, kalo enggak salah pas gue review novel tentang Buya Hamka “Ayah...” , dimana gue harap banyak lagi tokoh sejarah yang dibuat menjadi novel. Menurut gue, bentuk novel atau model cerita fiksi lainnya akan mudah merangkul pembaca generasi muda, yang kayaknya anti banget baca buku sejarah versi sekolahan. Pas maen ke toko buku langganan, enggak sengaja nemu novel tentang KH Hasyim Asy’ari – pendiri Nahdlatul Ulama – yang ditulis oleh Masyamsul Huda. Novel ini diberi judul “Guru Sejati Hasyim Asy’ari”, dengan sedikit keterangan yang ditulis di bawah judul: “Pendiri Pesantren Tebu Ireng yang mengakhiri era kejayaan Kebo Ireng dan Kebo Kicak”. Judul yang akhirnya bikin gue membuka dompet dan membayar sejumlah uang di kasir dikarenakan rasa penasaran tentang buku ini. Novel ini mencer...

My Opinion About The Book: "Ayah... (Kisah Buya Hamka)"

Image
Judul: Ayah... (Kisah Buya Hamka) Penulis: Irfan Hamka Penerbit: Republika Penerbit Tahun terbit: 2014, Oktober (Cetakan VIII) Nilai (antara 1 sampai 9): 8,2 Cover: Siapa yang tahu Buya Hamka? Banyak yang menjawab, itu adalah sebuah nama Universitas di Jakarta. Mungkin hanya segelintir yang tahu dengan sosok dari masa lampau yang pernah menjadi ketua MUI ini. Beliau adalah sosok ulama besar yang disegani dua presiden pertama negara kita. Sempat dipenjara di akhir orde lama karena hasutan salah satu partai. Pernah pula mengundurkan diri dari jabatan ketua MUI karena mempertahankan keyakinannya. Ya, Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah adalah tokoh yang juga menulis karya “Di Bawah Lindungan Ka’bah” dan “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk”. Dua karya besar yang dibuat versi filmnya beberapa tahun terakhir ini, tentu lebih dikenal publik daripada sosok penulisnya. Siapa yang paling mengenal Buya Hamka? Pastilah keluarganya. Maka dari itu, bapak Irfan Hamka sebagai ...