My Opinion About The Book: "Sudut Mati"
Judul: Sudut Mati
Penulis: Tsugaeda
Penerbit: Bentang (PT Bentang Pustaka)
Tahun terbit: 2015, September
Nilai (antara 1 sampai 9): 8,5
Cover:
Hal guys! Gue balik
lagi di blog nih. Kali ini gue bakalan review novel karya Tsugaeda yang
judulnya ‘Sudut Mati’. Beberapa waktu lalu gue pernah review novelnya mas
Tsugaeda yang berjudul ’Rencana Besar’, dan di akhir tulisan gue janji bakalan
review karya Tsugaeda terbaru yaitu ‘Sudut Mati’ ini. Novel yang gue dapet dari
lelang buku via twitter yang diadain penerbit Bentang Pustaka. Meski lewat
lelang, tapi memang karya Tsugaeda yang ini lagi gue tunggu-tunggu. Akhirnya
beberapa hari kemudian, novel ini sampai juga di tangan. Lagi-lagi, Tsugaeda
mampu membuat gue penasaran dengan judul novelnya: ‘Sudut Mati’. Pemilihan
judul yang unik.
Grup Prayogo dan
grup Ares Inco merupakan dua perusahaan besar yang selalu bersaing dalam
mengembangkan usahanya di Indonesia. Dari yang bersih hingga cara-cara kotor
dilakukan agar salah satu pihak bisa memenangkan persaingan usaha. Titan,
sebagai salah satu calon pewaris grup Prayogo dipanggil pulang dari Amerika
untuk mengatasi sedikit masalah di internal perusahaan. Kedatangan Titan
menjadi sebuah ancaman bagi kakaknya Titok, yang sangat ingin menguasai grup
Prayogo. Sebetulnya pada awalnya Titan tidak tertarik untuk pulang ke
Indonesia, terutama setelah tragedi yang menimpa almarhum ibunya. Akan tetapi
sebuah surat kaleng membuatnya mau masuk ke dalam perusahaan milik ayahnya
tersebut. Surat kaleng yang berisi permintaan tolong misterius. Ada apa
sebetulnya dibalik persaingan kedua perusahaan tersebut? Dan ada apa dibalik
tragedi yang menimpa ibunya?
Menarik. Sebuah
tema yang unik lagi-lagi dipilih oleh mas Tsugaeda untuk menjadi latar
novelnya. Persaingan dua perusahaan besar menjadi tema segar dalam dunia cerita
fiksi Indonesia. Novel yang penuh dengan ketegangan. Sosok yang bernama Dokter,
yang dikenal sebagai pembunuh bayaran profesional menambah rumit konflik dalam
novel ini. Dan sosok pembunuh tersebut merupakan hal yang paling bikin gue
ketipu. Sosok Teno sebagai bagian dari keluarga Prayogo yang karakternya
njelimet semakin menambah seru. Gue sendiri sangat kagum dengan perilaku dan
sikap Teno yang introvert tapi psycho gini. Kecerdasan Teno yang akhirnya
sia-sia karena kurang iman hehe. Novel yang sangat layak dibaca.
Jujur, ngerasa
sangat beruntung banget saat dapet lelang ini guys. Gue waktu ikutan lelang
sebenernya lagi nyisihin uang buat beli novel ini, karena gue serada ngefans
sama Tsugaeda. Kebetulan uang buat beli novelnya dipake dulu buat keperluan
yang lebih urgent. Hal yang membuat gue sedih pada saat itu. Eh, nongol deh
lelang yang memberi kesempatan gue buat beli novel baru ini dengan harga murah.
Penerbit yang baik hati kemudian memutuskan gue yang menang. Akhirnya keinginan
gue buat beli novel ini terkabul. Alhamdulillah. Rencana-Nya hadir dalam
mengabulkan permohonanku. Seperti judul novel karya Tsugaeda sebelumnya:
rencana besar hehe. Ditunggu karya berikutnya ya mas Tsugaedaaaa!

Comments
Post a Comment