Posts

Nasi Kotak Untuk Bapak (Sebuah Cerpen)

Guys , di bawah ini adalah sebuah cerpen karya gue yang gue coba kirim buat ngikutin lomba Writing Heroes yang diadain akhir 2014 lalu. Judulnya sesuai dengan judul postingan blog ini: 'Nasi Kotak Untuk Bapak'. Alhamdulillah, berkat cerpen ini gue dapet kesempatan buat nulis buku, yang sekarang masih dalam proses pembuatan. Semoga gue semakin produktif dalam menulis. Silahkan dibaca... Pagi ini, semua sudah dipersiapkan. Nasi hangat, ayam goreng yang baru saja matang, ditambah tumisan tempe dan kacang panjang, disatukan dalam sebuah kotak karton yang telah disediakan. Tidak lupa diselipkan satu gelas air mineral beserta sedotannya ke dalam kotak tersebut. Puluhan dus nasi kotak sengaja dibuat pagi ini, untuk dibagikan kepada orang-orang kurang mampu yang terpaksa tinggal di jalanan kota Serang, provinsi Banten. Baru menginjak 14 tahun provinsi Banten berdiri, permasalahan ibukota provinsi sepertinya dimana-mana sama saja. Roda nasib manusianya seakan tak bisa mengimban...

E G O

Manusia adalah makhluk sosial. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Manusia adalah makhluk berakal. Manusia adalah makhluk yang egois. Manusia adalah makhluk sosial ciptaan Tuhan yang dikaruniai akal, tapi egois.

My Opinion About The Book: "Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela"

Image
Judul: Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela Terjemahan dari: ‘Totto-Chan: The Little Girl at The Window’ terbitan Kodansha International, Ltd., 1981 Penulis: Tetsuko Kuroyanagi Penerbit: Gramedia (PT Gramedia Pustaka Utama) Penerjemah: Widya Kirana Tahun terbit: 2004, April (Cetakan ketujuh) Nilai (antara 1 sampai 9): 8 Cover: Sebuah buku yang memberikan inspirasi. Kalimat tersebut yang pertama muncul di pikiran gue saat gue selesai baca buku ini. Entah dari mana datangnya buku ini, ketika gue nongkrong bareng temen-temen di salah satu kontrakan temen gue, tergeletaklah seonggok novel mungil ini. Temen gue ngga tau buku itu punya siapa. Sedikit gue baca, ternyata ceritanya ringan banget. Akhirnya gue pinjem aja itu buku. Lumayan buat mengisi waktu luang. Malem itu, langsung gue lanjutin membaca novel yang baru gue pinjem. Isinya ternyata menceritakan tentang masa sekolah dasar seorang anak perempuan, di sebuah sekolah yang sangat unik. Totto-chan, begitu nama pan...

Sebuah Motivasi

Tahun 2015 sudah memasuki bulan ketiga. Ada apa sih di tahun ini? Eksistensi. Semua orang sepertinya membutuhkan eksistensi untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia telah menjadi bagian dari kehidupan. Itulah yang terjadi setiap tahunnya. Tak berhenti, terus bergulir tahun demi tahun. Sebuah sifat manusiawi. Siapapun memiliki caranya sendiri dalam memperlihatkan eksistensi dirinya. Ada yang dengan gagah berani menjadi seorang pahlawan di tengah-tengah masyarakat di mana ia hidup. Dengan menjadi sosok penolong, berjiwa kemanusiaan, dermawan, dan berusaha sekuat tenaga untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesusahan. Bak superman yang mengandalkan kekuatan fisiknya untuk melindungi sesama, selalu ada sosok heroik di lingkungan keseharian kita. Sosok relawan, yang menggambarkan segi positif dalam kehidupan. Memberikan harapan bagi banyak orang yang membutuhkan. Ada yang mencitrakan dirinya sebagai sosok antagonis. Bukan tokoh antagonis yang biasa kita temui di...

Be Positive

Hai geis! Balik lagi nih gue di blog. Kali ini gue enggak bakalan serius-serius amat, masalahnya lagi enggak mau bikin topik sih. Mau bikin karya sastra, tapi perasaan gue lagi enggak peka nih. Mungkin gara-gara kurang tidur kali yah? Cuma mau cerita sedikit aja. Enggak apa-apa kan? Enggak apa-apa dong, kan ini blog sayah, situ bisa apah?! Hahaha... Gue mau cerita soal perubahan diri yang lagi gue alamin. Emang positif itu selalu baik, kecuali positif yang di luar nikah ya geis. Itu enggak baik, dan enggak boleh ditiru. Berpikir positif terhadap suatu masalah ternyata bikin solusi dari masalah itu cepet ketemu loh geis. Serius ini, enelan. Hehehe... Entah gimana dan dari kapan, mungkin gara-gara faktor umur juga kali yah. Seolah-olah dari diri gue muncul kebijaksanaan ketika ngehadepin masalah, yang bikin gue bisa ngeliat berbagai problem dari beberapa sudut pandang, kemudian mengambil solusi yang seakan-akan terbaik. Kenapa gue tulis seakan-akan, karena itu subjek...

Mati, As Simple As That

Image
MATI. Ya...mati. Sebuah kata yang membuatku takut. Sebuah kata yang tidak sepele. Mati, sebuah kata berdaya magis besar, sakral, dan tak bisa sembarang dipakai. Ketika berpikir tentang kata tersebut, seketika bulu kuduk merinding. Agama yang memperkenalkan diriku pada kata tersebut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Mati mempunyai persamaan kata yang beragam. Meninggal, tewas, gugur, wafat, adalah padanan kata yang disematkan kepada makhluk hidup apapun yang mencapai batas waktu terakhirnya di dunia. Ketika selesai sosok yang aku perankan, hari sudah tidak membutuhkanku lagi. Mati adalah akhir kisahku di bumi ini. Jasad membeku, terbujur kaku, tak mampu berucap, apa lagi berbuat. Diam, diiringi tangisan hingga ke liang lahat. Klise, tapi setiap orang pasti akan mengalami hal tersebut. ”Pernah kepikiran enggak sih, kalo tiba-tiba kita mati saat ini juga?” “Gue sih pernah. Jujur aja, gue belum siap.” Ujarku. Belum siap untuk meninggalkan semua orang yang ku k...

Elegi Hujan

Hujan. Fenomena unik dimana ribuan bahkan jutaan tetes air berjatuhan dari langit menghantam apapun yang ditemuinya di muka bumi. Sains memberikan keterangannya atas fenomena hujan. Semua terjadi dengan sistematis mulai dari proses aliran sungai menuju laut, kemudian air menguap ke udara, proses kondensasi, kemudian kembali lagi jatuh ke bumi. Itulah proses ilmiah yang kita kenal tentang hujan. Benturan yang terjadi antara air yang jatuh dengan cepat karena efek gravitasi dan permukaan bumi, menimbulkan suara gemericik yang indah. Seperti suara riuh tepuk tangan dalam sebuah akhir pertunjukan musik, seakan dunia bergembira menyambut turunnya hujan. Rasa. Entah kenapa hujan seakan dapat memicu kita untuk lebih peka. Hujan memainkan perannya sebagai alat pemutar memori yang menghadirkan kembali kilasan masa lalu. Membangkitkan rasa, perasaan atas sesuatu yang telah kita lupa. Untuk yang sedih dan dirundung rindu yang akut, hujan seakan mewakili pahi...