Posts

MUSEUM ITU BERNAMA MEDIA SOSIAL

Image
Halo guys, gue balik lagi nih nulis di blog. Selagi iseng, gue mau sedikit berbagi pemikiran aja nih. Soal media sosial. Pastinya semua orang, terutama yang sedang membaca tulisan gue ini enggak asing lagi dengan apa yang namanya media sosial. Atau sekarang banyak yang bilang sosmed atau medsos, untungnya akronim yang beredar di masyarakat pengguna internet ya seperti itu. Bersyukurlah media sosial enggak disingkat jadi me sial atau dia sial, yang berkonotasi negatif bagi orang pertama atau orang ketiga, bisa juga orang kedua dalam bahasa sunda kulon. Intinya, akronim yang berujung sial. Balik lagi ke medsos. Generasi melek internet saat ini, bisa dipastikan memiliki minimal dua medsos atau lebih dari dua kayaknya. Gue pribadi punya twitter, fesbuk, blog, dan yang lainnya. Menambah pergaulan dan mencari ilmu adalah tujuan pribadi gue pada awalnya memiliki medsos. Namun, seiring berjalannya waktu, pendewasaan akibat dari pendidikan empiris kehidupan membuat gue terkadang menjad...

Belajar Dari Pohon

Manusia diberi kelebihan daripada makhluk hidup lainnya, yaitu akal. Semua orang mungkin sudah mengetahui hal ini. Tapi tidak semua bisa memaksimalkan anugerah akal yang sudah diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Lucunya, di dunia yang bergerak dan terus berkembang semakin maju ini, manusia semakin memuja akal dibandingkan sang pencipta akal itu sendiri, yaitu Tuhan. Tuhan yang gue maksud, dan gue percaya sebagai muslim, adalah Allah. Salah satu hal yang sekarang semakin gue sadari adalah tentang akal itu tadi. Akal, jika digunakan dengan benar akan mengantarkan kita menuju manusia yang lebih baik lagi, dan menghargai sang Maha Pencipta. Pernyataan yang pasti mengundang perdebatan. Tapi, berdasarkan pengalaman gue sendiri, semakin gue berpikir, semakin enggak bisa tuh gue ngilangin intervensi Allah dari hidup yang gue jalani. Semua yang terjadi merupakan kuasa Allah, dan manusia, kita, sebagai makhluk ciptaan, hanya bisa bersyukur dan beriman kepada-Nya. Itu jika kita mau berterimakasi...

Cerita Hari Ini

Mau cerita dikit aja nih. Keyakinan gue sebagai seorang muslim, bertambah sejak hari ini. Hari ini sebuah hal kecil yang mungkin bagi sebagian orang cuma kejadian sepele, membuat gue semakin yakin memilih agama yang gue anut. Prolog: Gue muslim, dan agama Islam udah gue anut sejak lahir. Orang bisa bilang gue Islam turunan, karena memang begitu keadaannya. Gue sempat menjadi berontak terhadap Sang Pencipta, berontak akibat nasib gue - faktor internal keluarga - yang bikin gue kecewa terhadap-Nya. Banyak tahun gue lewatin tanpa mengingat-Nya. Perubahan terjadi setelah peristiwa meninggalnya Ibunda gue tersayang di 2013 lalu. Sejak saat itu, gue coba mempelajari seluk beluk agama dengan lebih baik lagi. Sebelum wafatnya Ibu, gue banyak belajar agama. Bahkan, sejak kecil pun gue banyak belajar tentang agama. Tapi itu semua hanya sekedar menambah pengetahuan, tapi tidak pernah gue yakini sepenuhnya. Gemerlap dunia, dan kebahagiaan sebuah keluarga yang "utuh" ...

Seperti Ini Seperti Itu

Seperti ini... Seperti itu... Sungguh, kau harusnya tahu betapa ku sering menahan semua rasa rinduku hanya untuk membuatmu nyaman. Aku tak ingin dianggap sebagai pengganggu, terutama olehmu. Aku ingin kau betah hidup di dunia tanpa terganggu. Sebenarnya, di tiap pertemuan kita, aku berkata dalam hati: "Bebanmu, biar aku yang tanggung!" Tapi jika ku ungkapkan maksudku, kurebut semua beban darimu, itu sama artinya aku membiarkanmu menjadi manusia yang tidak seutuhnya manusia. Andai kau perhatikan di setiap pertemuan kita, aku lebih sering diam, tersenyum, habiskan waktu untuk menatapmu. Saat itu fokusku terbagi dua antara memandangmu, dan berkonsentrasi untuk terus berdo'a dalam hati. Do'aku yang ingin menahan kehendak Tuhan tuk terus memutar waktu. Aku berdo'a, ingin waktu berhenti disini, saat denganmu. Cukup sampai disini, bersamamu. Tapi ternyata itu sulit, Tuhan tak pernah dan tak mungkin kabulkan do'a yang s...

Hidup Adalah Perjuangan

Hidup adalah perjuangan. Selama kita bergerak, dengan sungguh-sungguh tentunya, maka tujuan yang dicita-citakan pasti akan tercapai. Hidup memang penuh kesulitan. Maka dari itu, janganlah mengeluh. Berbagai keluhan hanya menghambat perkembangan pikiran, untuk menciptakan sesuatu yang kreatif. Memang tidak mudah untuk meraih cita-cita. Perlu kerja yang sangat keras. Setiap kebutuhan tidak akan datang dengan sendirinya, kita harus menjangkaunya. Hidup harus dengan sabar dan yakin. Sabar akan waktu yang mungkin singkat, mungkin juga panjang, untuk mecapai tujuan yang kita inginkan. Yakin atas jalan hidup yang kita pilih. Janganlah ragu untuk melangkah. Jika sedikit saja muncul keraguan dalam hati, maka hilangkan keraguan tersebut. Salah atau benar akan diketemukan dengan sendirinya, setelah usaha yang kita lakukan. Kita tidak akan tahu bagaimana baik atau buruknya sesuatu, sebelum kita mencoba hal tersebut. Manusia memiliki akal dan kalbu, sehingga...

My Opinion About The Book: "Satu Menit Pencerahan B.J. Habibie"

Image
Judul: Satu Menit Pencerahan B.J. Habibie – 100 Pencerahan dan Kiat Inspiratif Penulis: A. Makmur Makka Penerbit: Penerbit Imania Tahun terbit: 2013, Oktober Nilai (antara 1 sampai 9): 8 Cover: Buku “Satu Menit Pencerahan B.J. Habibie” sengaja gue beli saat gue emang lagi butuh pencerahan waktu itu. Lagi butuh bacaan referensi untuk memecahkan beberapa persoalan yang hinggap di kehidupan gue. Sebenernya sih penyelesaian masalahnya enggak gue temuin juga buku ini. Akan tetapi, ketika membaca sebuah buku, pikiran gue menjadi fokus, tenang, dan tiba-tiba eureka! Ketemu juga solusi dari masalah gue. Ajaib, gue kayak ngalamin semacam hipnotis mungkin. Yah, begitulah awal mula buku ini menjadi bagian dari rak buku gue. Sesuai dengan judul kecil yang tertera di cover buku, isi dari buku ini memang 100 lebih pencerahan dan kiat inspiratif dari mantan seorang Presiden RI. Buku ini berisi hasil wawancara terhadap B.J. Habibie yang dikumpulkan dari berbagai sumber, juga ...

Random Write-Thing

*OST: Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya* Sepertinya siang ini menulis random thing just like this bisa aja seru. Setelah sebelumnya menulis beberapa review, dan menggugah sebuah cerita komedi ala mahasiswa untuk sedikit mengenang masa lalu, kini gue coba nulis semaunya aja gitu. Sekelebat pemikiran yang ujug-ujug muncul coba gue tulisin langsung disini, tanpa disaring dan dimaknai terlebih dahulu. Seakan dunia sedang berputar melambat, gue juga ngerasa akhir-akhir ini perjalanan hidup semakin lambat. Kehilangan momentum untuk bergerak cepat. Entah apa yang terjadi. Semenjak hariku disentuh oleh sesosok wujud kaum hawa yang sebetulnya telah gue kenal sejak lama. Namun, sedikit rasa hadir dalam benak gue kini, menari-nari, menggambarkan sebuah harapan di masa depan. Tetapi, jengkal demi jengkal sosok tersebut sepertinya menyadari kekagumanku padanya. Membuatnya menjauh, membuatku tak semangat. Seperti kisah mentari dan rembulan yang sulit untuk saling bertemu, dan ketika ...